Cara Ternak Babi : KENAPA BABI HARAM? Ini alasannya

Mengapa umat islam tidak memakan daging babi ( khinzir ) ?

Semua bangsa didunia dari dulu hingga sekarang menganggap babi adalah binatang yang paling kotor , hina dan paling menjijikan, sampai kebanyakan orang di dunia kalo menyumpah, mereka akan berkata "pig" , maksudnya disini telah ada kepercayaan turun temurun di seluruh dunia kalau babi ialah binatang yang paling hina.

Islam adalah suatu agama yang benar dan mulia di sisi Allah SWT, sebab itulah seorang muslim tidak akan memakan binatang dan daging yang hina lagi menjijikan.

Babi juga di kenal sebagai binatang yang paling kotor dan jorok ia menjadi semacam agen pembawa berbagai jenis virus yang sangat berbahaya. Babi juga yang sebenarnya membawa Cacing Pita yang mematikan itu.

Analisis kimia dari darah menunjukkan adanya kandungan yang tinggi dari uric acid (asam urat), suatu senyawa kimia yang bisa berbahaya bagi kesehatan manusia.

Ilmu kedokteran mengetahui bahwa ada resiko besar atas banyak macam penyakit. Babi diketahui sebagai Induk dari berbagai macam Parasit dan Penyakit Berbahaya. Sangat penting untuk diperhatikan bahwa sistem biochemistry babi mengeluarkan hanya 2% dari seluruh kandungan uric acidnya, sedangkan 98% sisanya tersimpan dalam tubuhnya. Jadi tidak heran, jika daging babi itu berbahaya untuk dikonsumsi.

Dr. Yoshihiro Kawaoka bersama 12 saintis dari Universitas Winconsin telah melakukan penyelidikan terhadap binatang ternak ini, dan hasilnya terdapat satu sistem di kerongkongan Babi yang membolehkan berbagai jenis VIRUS berkumpul di dalamnya dan sangat berbahaya untuk sistem tubuh manusia.

Mereka meng'isytihar' kan babi sebagai "MIXXING VESSEL" atau bahtera pengumpul berbagai jenis virus sebagaimana yang di nyatakan dalam "JOURNAL OF VITOLOGY 1997".
Babi tidak menggunakan leher untuk di sembelih sebagaimana hewan ternak lainnya, apabila suatu binatang tidak di sembelih darah dan kuman dari badan hewan itu tidak dapat di keluarkan . Dalam Islam darah binatang adalah NAJIS, mungkin inilah yang menyebabkan berkumpulnya berbagai jenis virus di leher babi sebagaimana pendapat para Saintis tersebut.

Dalam Islam, babi berkaitan erat dengan Iblis. Ini merupakan kepercayaaan kuno yang tidak mustahil dan ada kebenarannnya. Kita ambil kisahnya sebagai bentuk pengetahuan saja.

Sewaktu seluruh dunia tenggelam dalam banjir Nabi Nuh, iblis turut berada dalam bahtera Nabi Nuh tersebut., oleh karena terlalu lama di atas bahtera ,segala kotoran hewan , manusia dan sampah berserakan disana sini, Nabi Nuh meminta pertolongan Tuhan untuk membersihkannya. Lalu Tuhan menyuruh dia mengusap kepala seekor gajah dan terciptalah tikus yang memakan segala kotoran tersebut., iblispun turut berbuat demikian maka terciptalah Babi dari tangan iblis tersebut.

Jika kita membaca Bibble The New Testament ( kitab suci orang kristiani), kita akan dapati peristiwa dimana Jesus ( Nabi Isa ) telah mengusir roh roh jahat dari dalam tubuh manusia lalu di masukan kedalam badan2 babi. Ini secara simboliknya menunjukan pengharaman babi.

Daniel S. Shapiro MD, pengarah Clinikal Microbiologi Laboratories Boston Medical Centre Massachusetts yang juga seorang Dokter dan  Professor pengobatan di Pathology dan Laboratory Medicine, Boston University School of Medicine Massachusetts, merumuskan bahwa terdapat berbagai jenis penyakit yang telah dijangkiti oleh babi yang banyak menyebabkan kematian, seperti :

ANTHRAX
ASCARIS SUUM
BOTULISM
BRUCELLA SUIS
CRYPTOSPORIDIOSIS
ENTAMOEBE POLECKI
ERYSIPELOTHRIX SHUSIOPATHIAE
FLAYOBACTERIUM
INFLUENZA
LEPTOPIROSIS
PASTEURELLA AEROGENES
PASTEURELLA MULTOCIDA
PIGBEL
RABIES
SALMONELLA CHOLERAE-SUIS
SALMONELLOSIS
SARCOSPORIDIOSIS
SCABIES
STREPTOCOCCUS DYSGALACTIAE ( Grup L )
STREPTOCOCCUS MILLERI
STREPTOCOCCUS SUIS- TYPE 2 ( Grup R )
SWINE VESICULAR DISEASE
TAENEA SOLLIUM
TRICHINELLA SPIRALIS
YERSINIA ENTEROCOLITICA
YERSINIA PSEUDOTUBERCULOSIS
*Kajian Oleh Alix Fano (MA), Murray J Cohen (MD), Marjorie Cramer (MD, FACS), Ray Greek (MD), dan Stephen R. Kaufman (MD)

Yaw Show Tan adalah jurnal kesehatan Cina yang terkenal pada masa dahulu mengatakan : " Semua babi adalah berkhasiat melainkan / kecuali Daging Babi "
San See Mao ialah seorang Tabib terkenal Dinasti Tang, menulis dalam bukunya Sheh Shen Lu (Catatan mengenai Kesehatan) mengatakan : " Daging babi bisa merangsang penyakit penyakit lama yang bisa menyebabkan Kemandulan, Penyakit Tulang dan Asma. "

Lee Shih Ch'en juga seorang tabib terkenal pada Masa Dinasti Ming yang mengarang lebih kurang 50 jilid buku2 mengenai kesehatan dan pengobatan. Pendapat beliau mengenai daging babi adalah : " ia boleh mendatangkan kesan paling berbahaya untuk kesehatan manusia."

FAKTA LAIN :

Antara 20-40 juta manusia dari seluruh dunia telah mati akibat terjangkit virus INFLUENZA, pada awal abad 20an. Penelitian menunjukan kalau virus ini berawal dari peternakan babi di amerika yang telah menjangkiti tentara amerika pada perang dunia  pertama dan menyebarkannya kenegara2 lain.

Virus baru yang bersumber dari babi yang di temukan pada tahun 1997 ialah  :
  • PORCINE TOROVIRUS
  • PORCINE ROTAVIRUS ( Variant 4F)
  • PRRS ( Porcine Reproduce & Respiratory Syndromo )
  • H3N2 ( Swine Flu Virus )
  • MENANGLE

Sejarah penyerangan penyakit tersebut ialah :
  • SPANISH Flu 1918
  • ASIAN Flu 1957
  • HONGKONG Flu 1968
  • RUSSIAN Flu 1997
Professor Robin Wiess pakar Virology Institut kajian Cancer London menyatakan " babi mempunyai banyak sekali kuman virus, salah satu masalah yang perlu kita semua hadapi adalah babi mempunyai kuman retrovirus yang hanya menjangkiti manusia, ia tidak dapat dipisahkan daripada babi karena ia dibawa langsung oleh benih DNA nya. retrovirus ini ialah dari keluarga yang sama dengan virus HIV "

Virus dari babi memang sangat pintar, ia senantiasa berubah bentuk dan menyerang manusia dalam bentuk variant yang baru ( bermutasi) , jika manusia dapat menemukan penawarnya, virus ini akan berkembang lagi menggunakan variant baru untuk menyerang korban. Ada juga virus dari kalangan keluarga HIV pada babi ini. Virus ini dibawa dari DNA nya dan tidak bisa di pisahkan

Comments